Sabtu, 10 Mei 2008

Mengganti Tampilan Aero

Mengganti Tampilan Aero

Windows Vista Tip & Trik

Jika Anda menggunakan komputer dengan spesifikasi kurang memadai, atau kartu grafis yang sudah berumur, Anda mungkin akan menemukan sejumlah kasus dimana tampilan istimewa Vista, yaitu Windows Aero, tidak dapat bekerja dengan sempurna dan terlihat lambat, mengingat besarnya resource yang digunakan.

Amat disarankan bagi Anda untuk menggunakan tampilan Vista biasa, yang tidak kalah cantiknya. Berikut langkah-langkah untuk mengubah theme Anda ke Windows Vista Basic:

1. Klik pada tombol Start – Control Panel

2. Klik pada pilihan Appearance and Personalization.

3. Pada menu Personalization, pilih Customize Colours.

4. Klik pada Open classic appearance properties for mor color options.

5. Pada kotak dialog Appearance Settings, di bawah Color Scheme, scroll pindahlah ke pilihan Windows Vista Basic. Tekan OK setelah selesai.

6. Tampilan Windows Anda kini akan terasa lebih flat seperti pendahulunya, Windows XP.

Windows Aero: Sebutan untuk Graphical User Interface (GUI) yang menjadi theme default dari Windows Vista. Nama Aero juga merupakan kepanjangan dari Authentic Energetic, Reflective and Open yang mewakili fitur-fitur baru dari theme ini. Windows Aero dilengkapi dengan berbagai fitur seperti Transparansi, animasi, serta tampilan Windows yang lebih bersih, efisien, dan powerful.

Themes: Pada komputer, theme adalah sebuah paket yang berisi detail grafis dari sebuah sistem operasi. Digunakan untuk memodifikasi suasana dan warna tampilan pada keseluruhan sistem. Biasanya disediakan beberapa alternatif theme yang berbeda. User dapat men-download dan meng-install-nya pada sistem operasi dengan menggunakan piranti lunak khusus sebagai perantara.

Menonaktifkan Mode Hibernate

Menonaktifkan Mode Hibernate

Windows Vista Tip & Trik

Windows menempatkan sebuah file pada hard drive Anda yang akan digunakan, ketika komputer diaktifkan pada mode Hibernate.

Jika Anda tidak menggunakan mode hibernate atau spesifikasi komputer Anda tidak mendukung, mungkin Anda memilih untuk menonaktifkannya, dan membersihkan file tersebut dari hard drive Anda untuk mendapatkan sedikit ruang kosong pada drive. Caranya akan kita bahas dari tahapan-tahapan berikut ini:

1. Klik tombol Start – All Programs.

2. Telusuri ke menu Accessories, dan Anda akan mendapati pilihan C:\ Command Prompt.

3. Klik kanan untuk memunculkan menu Run as Administrator.

4. Jika muncul peringatan User Account Control, klik Continue.

5. Pada jendela Command Prompt, ketikan power cfg –h off. Tekan Enter.

6. Tutup jendela Command Prompt.

7. Sekarang untuk menghapus file hasil hibernate, klik Start – All Programs – Accessories.

8. Klik ganda menu Accessories untuk masuk ke menu System Tools, dan meng-klik opsi selanjutnya, yaitu Disk Cleanup.

9. Sebuah kotak dialog akan muncul, menanyakan drive yang akan Anda bersihkan, pilihlah Drive C, dimana Windows Vista di-instal.

10. Tunggu sampai loading proses pada Disk Cleanup selesai.

11. Setelahnya, Anda akan berhadapan dengan sejumlah daftar item yang akan dibersikan, centang pada tanda Hibernate File Cleaner.

12. Klik Delete pada pertanyaan Are you sure want to permanentyl delete these files?

Hibernate adalah Fitur yang terintegrasi dengan sistem operasi Windows. Di mana isi RAM terlebih dahulu dituliskan pada harddisk untuk menyimpan data dan aplikasi berjalan ketika komputer ‘ditidurkan’ sementara. Dengan proses hibernate, komputer dapat dihidupkan dengan cepat dengan kondisi persis sama seperti sebelum komputer “ditidurkan” sementara.

Jumat, 09 Mei 2008

Kamera Keamanan

Dorgem

Persiapan

Instalasi Webcam

Webcam yang dibutuhkan kali ini bisa webcam apa saja, termasuk webcam yang ada di notebook. Kali ini, kamu menggunakan webcam Logitech ClickSMart 510. Cara menginstalnya:

1. Tancapkan port USB dari kamera ke port USB yang ada di komputer. Lalu, Windows akan mendeteksi adanya hardware baru, pilih No, not this time.

2. Saat Windows meminta driver-nya, masukkan CD driver, dan pilih Install the software automatically.

3. Driver akan diinstal, tunggu hingga semua proses selesai. Biasanya saat menginstal webcam, Anda harus mengulangi langkah-langkah tadi dua kali. Karena instalasi pertama adalah untuk video webcam-nya, dan yang kedua adalah instalasi audio webcam. Setelah diinstal, buka Control Panel, Scanners and Cameras. Jika nama webcam Anda sudah muncul, makan instalasi berhasil.

Instalasi Software

Software yang dipakai disini adalah sebuah freeware open source bernama Dorgem. Dorgem 2.10 bisa di-download dari http://dorgem.sourceforge.net/ dengan file sebesar 410 KB. Dorgem hanya bisa dijalankan di Windows 9x/Me/2000/XP. Instalasinya pun sangat sederhana, tidak ada yang harus diutak-atik ataupun setting khusus.

Software kedua yang kami pakai adalah SecureCam. SecureCam 1.0 bisa di-download dari http://files.snapfiles.com/localdl834/securecam_installer.zip dengan file sebesar 350 KB. Tidak seperti Dorgem, SecureCam bisa dijalankan di Vista tanpa ada masalah. Untuk instalasinya pun tidak ada yang harus diperhatikan. Cukup ikuti saja perintah standar yang ada.

Dorgem

Capture sebagai Gambar

1. Jalankan Dorgem, dan pilih kamera yang ingin digunakan dari menu drop down. Jika nama kamera Anda tidak ada, maka gunakan Microsoft WDM Image Capture (Win32). Klik tombol Source, dan pada tab Capture Source, pilih kamera yang akan Anda gunakan.

2. Kembali ke jendela utama Dorgem, dan klik Preview. Akan muncul tampilan gambar dari kamera Anda. Sesuaikan posisi kamera sesuai dengan yang Anda inginkan.

3. Bila ternyata di preview tersebut Anda merasa gambar yang ditampilkan kurang terang, ketajamannya kurang dan sebagainya, masuk kembali ke Source. Pada tab Device Settings, sesuaikan setting-nya sesuai yang Anda inginkan. Jika sudah selesai, klik ok.

4. Begitu juga bila resolusi yang ditampilkan atau ukuran gambarnya terlalu kecil, maka bisa diatur dengan mengklik tombol Format yang ada di jendela utama. Ganti resolusi-nya menjadi yang terbesar atau 640 x 480.

5. Kembali ke jendela utama Dorgem, klik tombol Options. Dalam tab General, beri centang pada Use motion detection.

6. Pada beberapa webcam mengharuskan Dorgem untuk me-reconnect, setelah beberapa saat tidak adanya gerakan. Default-nya, setting Reconnect if no motion is detected for…minutes seharusnya tidak dicentang. Tapi jika kamera Anda tidak menangkap gambar apapun padahal seharusnya menangkap, maka beri centang. Juga harus diperhatikan pada saat mengaktifkan setting ini, kamera Anda akan otomatis mengambil gambar saat Dorgem melakukan reconnect. Jadi, gunakan interval kira-kira 5 menit atau Anda akan mendapatkan banyak gambar yang tidak perlu.

7. Kembali ke jendela utama Dorgem, sekarang klik tombol Store settings untuk membuat profile.

8. Klik tombol Add dan pilih File. Opsi file dipilih karena kita akan menyimpan gambar-gambar yang ditangkap kamera menjadi sebuah fila di harddisk.

9. Beri nama profile-nya pada bagian Name, dan beri centang Enable. Karena tadi kita menggunakan fitur pendeteksi gerakan (motion detector), maka di Interval gunakan setting kira-kira 4 seconds. Jadi, jika kamera menangkap adanya gerakan, maka setiap 4 detik kamera akan mengambil gambarnya. Tapi bila tidak menangkap adanya gerakan, maka kamera tidak akan mengambil gambar apa-apa. Namun, bila Anda sadar bahwa area yang akan dipotret oleh kamera tersebut memiliki banyak gerakan (misalnya jalan raya, pasar, mall, dsb), maka naikkan nilai Interval-nya menjadi lebih tinggi, misalnya 5 menit atau bahkan 1 jam. Sebab kalau tidak, akan banyak sekali gambar yang dihasilkan karena kamera terus mendeteksi adanya gerakan. Penentuan Interval ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing, dan Anda harus bereksperimen sedikit untuk menemukan Interval yang pas.

10. Masih di jendela yang sama, klik tombol yang ada di sebelah Filename, lalu pilih dan beri nama sesuka Anda, kemudian tambahkan dengan parameter %G%g, misalnya capture%G%g. Parameter itu berguna untuk memberikan informasi tambahan ke nama file dengan menambahkan tahun, bulan, hari, jam, menit, dan detik. Kemudian klik Save.

11. Selanjutnya, jika Anda ingin memberikan caption secara otomatis ke setiap gambar yang direkam oleh kamera, maka beri centang pada Custom captions, kemudian klik Settings. Setting ini bersifat opsional, jadi boleh dipakai boleh tidak.

12. Di dalam jendela Caption settings, klik Add. Kemudian Anda bisa memilih jenis caption yang ingin dipakai. Kami lebih memilih caption jenis Text dengan alasan lebih mudah, dan tidak menghalangi gambar.

13. Di jendela berikutnya, beri sembarang nama pada Name, beri centang pada Enable dan Transparent. Lalu di Text, isi dengan teks yang ingin ditampilkan di gambar.

14. Masih di jendela yang sama, klik tombol Position untuk mengatur letak caption-nya. Pilih opsi Relative, dan tentukan posisi caption-nya. Jika ingin berada di bawah kanan, maka pilih Bottom dan Right. Atur posisinya sesuka Anda.

15. Kembali ke jendela Text Caption Settings, untuk mengubah jenis huruf dan warna-nya, gunakan opsi yang ada di Font, Back color, dan Fore color.

16. Bila semuanya sudah siap, beri tanda centang pada Auto Capture, dan coba buat gerakan di depan kamera. Jika indikator nama file yang ada di bawah terus berganti-ganti pada saat Anda melakukan gerakan di depan kamera, itu artinya berhasil. Untuk melihat hasilnya, coba buka folder tempat Anda menyimpan gambar dari kamera.

Capture sebagai Video

Dorgem juga mampu merekam gambar sebagai video. Namun yang dimaksud dengan video disini adalah kumpulan-kumpulan gambar format JPG yang digabung menjadi sebuah kesatuan dalam format AVI. Jadi, kira-kira menjadi seperti semacam slideshow, bukan full motion video. Setting-nya tidak jauh berbeda dengan setting sebelumnya:

1. Di jendela utama Dorgem, klik tombol Options.

2. Pilih tab AVI, dan beri centang pada Use AVI archive. Pada Filename, gunakan sistem penamaan dengan ditambahkan parameter %G%g dan lokasi penyimpannya, sama seperti yang sudah kita bahas sebelumnya.

3. Lalu di Frames per second, isi dengan 1. Kenapa 1? Karena jika ada 25 gambar yang nantinya digabungkan menjadi satu file AVI, dan Anda men-setting Frames per second dengan katakanlah 25, maka video yang dihasilkan hanya berdurasi 1 detik. Karena satu gambar dianggap sebagai satu frame. Kecuali gambar yang dihasilkan jumlahnya ribuan, maka Frames per second bisa dinaikkan. Karena kalau hasilnya menggunakan setting 1, maka durasi video tersebut bisa lama sekali.

4. Pengaturan Frames per second juga ada kaitannya dengan Interval yang ada di File store settings. Jadi, sesuaikan sendiri dengan kebutuhan Anda.

5. Untuk dapat menyaksikan file AVI yang dihasilkan, Dorgem harus ditutup dulu. Karena kalau tidak, file AVI-nya akan terus berkapasitas 0, dan tidak bisa dijalankan. Harap diingat, saat meng-capture sebagai video, hasil capture yang berupa gambar juga akan dihasilkan. Jadi Anda akan mendapatkan sekian banyak gambar, plus sebuah file AVI tergantung dari setting Interval-nya.

Multi Webcam

Merasa kurang melakukan “pengamanan” hanya dengan satu webcam? Apabila Anda kebetulan memiliki lebih dari satu webcam, Dorgem bisa menanganinya semua. Beginilah caranya:

1. Klik kanan shortcut Dorgem yang ada di desktop, dan pilih Create Shortcut.

2. Akan muncul icon Dorgem (2). Klik kanan icon tersebut, dan pilih Properties.

3. Pilih tab Shortcut, dan di bagian Target, tambahkan dengan parameter /c:cam2. Klik Ok.

4. Jalankan Dorgem (cam2) dan tentu saja di Video source gunakan kamera yang kedua, dan di File Store settings menggunakan file yang berbeda agar tidak saling tumpah tindih.

SecureCam

Sama seperti Dorgem, SecureCam juga memiliki fitur pendeteksi gerakan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai kamera pengawas. Pada dasarnya, fitur yang ditawarkan sama dengan Dorgem, tapi cara penggunaannya agak berbeda.

1. Setelah proses instalasi selesai, jalankan SecureCam, lalu pilih menu Device, Select Device.

2. Di bagian Devices, pilih kamera yang ingin dipakai. Di bagian Formats, pilih resolusi yang diinginkan. Kemudian, klik Intialize. Maka sorotan dari kamera atau preview-nya akan muncul.

3. Kembali ke jendela utama SecureCam, akan tampak kotak-kotak berwarna merah yang ada di layar. Itu adalah fitur pendeteksi gerakan yang dimiliki oleh SecureCam. Kotak merah itu muncul di bagian yang terdeteksi adanya gerakan, tapi tidak akan terekam di gambar. Kotak merah itu hanya sebagai panduan saja. Untuk masuk ke jendela Options, klik dua kali pada layar tersebut.

4. Ada dua metode penyimpanan dalam SecureCam, yaitu Static Saving dan Archiving. Static Saving adalah gambar terakhir dalam urutan yang akan disimpan, sedangkan Archiving adalah proses penyimpanan yang dinamis yang bisa menyimpan ribuan gambar. Begitu kapasitasnya penuh, maka gambar yang paling awal akan dihapus untuk memberikan tempat kepada gambar yang paling baru, dan akan terus berlanjut. Untuk uji coba ini, kami memilik untuk menggunakan Archiving. Untuk itu, beri centang pada Enable Archiving dan Only save to archive if motion is detected.

5. Kemudian untuk mengatur Interval atau jeda pengambilan gambar, bisa diatur lewat Save Every dalam satuan detik. Isi dengan jeda waktu yang Anda inginkan. Semakin kecil jedanya, maka gambar yang dihasilkan akan semakin banyak.

6. Di bagian Archive Path adalah letak direktori dimana nanti hasil rekaman gambar akan disimpan. Anda bisa menggantinya jika mau.

7. Berikutnya, Duration adalah lamanya waktu perekaman. Lamanya waktu perekaman bisa diatur mulai dari 1 menit hingga 365 hari. Duration berkaitan dengan opsi Save Every. Jadi bila di Duration Anda mengeset 1 menit, dan Save Every 3 detik, maka jumlah gambar yang dihasilkan adalah 20 gambar.

8. Jika Anda ingin memberikan caption di gambar, beri centang pada Enable Overlay. Pada Background dipilih Transparent, dan untuk letak pengaturan caption-nya atur melalui Vertical Align dan Horizontal Align. Sedangkan warna tulisannya bisa dipilih lewat Text Font.

9. Lalu untuk teks yang akan menjadi caption, tulis di Overlay Text. Di situ terdapat parameter %t %w %d, yang menunjukkan jam,hari, dan tanggal lengkap saat gambar itu direkam. Jadi bila di situ kita menulis Louis %t %w %d, maka caption yang dihasilkan adalah Louis 10.01.01AM Thursday 05/09/08.

10. Fitur pendeteksi gerakan pada SecureCam ini bisa diatur sensitivitasnya melalu Motion Trigger Lever for Saving. Nilai default-nya adalah 10, tapi bisa ditingkatkan menjadi maksimal 255. Bila nilainya ditingkatkan, maka gerakan sepelan apapun akan memicu perekaman gambar, dan efeknya terlalu banyak gambar yang direkam. Jadi sesuaikan setting ini sesuai kebutuhan. Masih berkaitan dengan pedeteksi gerakan, setting After Motion is Detected Save berfungsi untuk mengambil sekian jumlah gambar setelah ada gerakan yang terdeteksi. Jadi bila setting-nya menggunakan nilai 5, maka ada 5 gambar baru yang akan disimpan, dan ada 5 gambar yang dibuang.

11. Tidak seperti Dorgem yang perekamannya harus dipicu terlebih dahulu, pada SecureCam akan otomatis merekam gambar begitu opsi-opsi tadi diatur, dan kembali ke jendela utama.

12. SecureCam bisa menampilkan view dari 8 kamera secara sekaligus. Caranya adalah melalui menu View, dan pilih jumlah kamera yang diinginkan.

Melihat Hasil Rekaman

Dorgem bisa menyajikan kumpulan gambar yang disatukan menjadi sebuah file AVI, jadi terlihat seperti video, meskipun sebenarnya adalah slideshow. SecureCam tidak memiliki fasilitas penyimpanan sebagai AVI, tapi memiliki fitur mirip seperti itu lewat SecureCam Viewer.

1. Jalankan SecureCam Viewer lewat shortcut yang ada di desktop.

2. Klik Go untuk mulai melihat hasilnya.

3. Untuk menjalankan layaknya video, klik Play. Atau bila inign melihatnya per frame, maka gunakan Frame Stepper. Ingat, apa yang dijalankan oleh SecureCam Viewer memiliki dasar yang sama persis seperti AVI di Dorgem. Yang dijalankan adalah urutan-urutan frame, bukan full motion video.

Informasi Lebih Lanjut:

www.simplehelp.net/2006/09/27/how-to-use-your-pc-and-webcam-as-a-motion-detecting-and-recording-security-camera/.

Sumber: PC Mild 09/2008

Kamis, 08 Mei 2008

Pencarian Gambar

Ada dua cara untuk mencari gambar pada Google. Anda dapat meng-klik link “Image” di halaman utama Google, atau langsung memasukkan alamat http://images.google.com pada web browser Anda. Untuk pencarian sederhana, ketika kata kunci di dalam kotak isian lalu klik “search images”. Untuk pencarian khusus Anda dapat juga menggunakan operator pencarian. Hasilnya: Anda memperoleh temuan gambar dalam bentuk mini (thumbnail images). Sekali klik pada gambar thumbnail tersebut, Anda sudah bisa membuka halaman yang memuat gambar tersebut.

o Pencarian gambar khusus (Advanced Images Search): Karena banyaknya gambar, Anda dianjurkan untuk menggunakan “advanced images search” (pencarian gamabr khusus). Hasil Anda peroleh yang lebih sedikit dan akurat. Anda klik saja “Advanced Images Search” di http://images.google.com.

o Anda pun mendapat hasil temuannya: Setelah Anda mengklik “Advanced Images Search” di halaman utama Google Image Search, maka terbuka halaman konfigurasi. Pengaturan Advanced Images Search ini sama dengan formulasi pada pencarian teks. Berikut ini panduan untuk mengatur isiannya:

o Menentukan ukuran gambar: S atau XXL: Advanced Images Search memungkinkan Anda mencari gambar dengan ukuran tertentu. Google menyediakan ukuran “Any Size”, “Small”, “Medium”, “Large”, “Extra Large”. Penjelasannya:

o Any Size: semua ukuran.

o Small: maksimum 150 x 150 Pixel.

o Medium: antara 150 x 150 sampai dengan 500 x 500 Pixel.

o Large: antara 500 x 500 sampai dengan 1.500 x 1.500 Pixel.

o Extra Large: di atas 1500 x 1500 Pixel.

o Memilih jenis data sesuai kebutuhan: Bila Anda tertarik apda format gambar tertentu. Anda dapat menentukannya di “file type”. Ada tiga pilihan format:

o JPG: Atau JPEG (singkatan dari “Joint Photographic Experts Group”), format foto yang sudah dikenal luas. Dengan kompresi yang efektif, besarnya data dapat diperkecil tanpa mengurangi kualitas gambarnya.

o GIF: Singkatan dari “Graphic Interchange Format”, yaitu suatu format grafik kuno, hanya memiliki 256 warna. Keistimewaannya adalah datanya tidak besar.

o PNG: Singkatan dari “Portable Network Graphics”, format gambar yang biasa terdapat di Internet dan dianggap sebagai kelanjutan dari GIF.

o Tips tambahan: Terkadang data JPG dikenali di dalam web dengan extention .jpeg. Google otomatis memperhatikan pada Advanced Images Search. Jika Anda menggunakan operator file-type, sintaks-nya adalah :filetype:jpeg OR filetype:jpg.

o Warna: Dari berwarna sampai abu-abu: Mencari warna gambar yang sesuai memang penting. Misalnya mencari gambar untuk dokumentasi. Untuk warna, Google menyediakan pilihan berikut:

o Warna apa saja (Any colors): Warna gambar tidak menjadi masalah.

o Hitam-putih (black and white): Yang menjadi perhatian adalah gambar hitam-putih.

o Abu-abu (grayscale): Yang diperhatikan hanya warna abu-abu.

o Berwarna (full color): Ini merupakan format yang paling banyak dicari (gambar dengan warna aslinya). Bila Anda ingin download secara cepat, pilih gambar hitam-putih dan abu-abu saja, karena memiliki ukuran data yang kecil.

o Mencari dalam domain tertentu: Dengan “Domains” dalam Advanced Images Search, Anda dapat membatasi pencarian dalam domain tertentu sjaa. Untuk mencari gambar dalam suatu domain, ketik nama domain di kotak isian di “Domain”. Lalu klik “Google Search”. Misalnya Anda ingin mencari edisi topik “kesehatan” pada domain kompas.com, maka pada “Domain”, Anda tinggal menuliskannya “kompas.com”.

o Mengaktifkan atau menonaktifkan filter: Dalam pencarian gambar bisa saja muncul gambar yang berbau pornografi. Ini sangat tidak diharapkan terutama bila anak-anak memakai komputer yang sama. Oleh sebab itu, Google menyediakan filter unutk memblokir gambar-gambar yang tidak diharapkan. Filter ini memiliki dua kerugian, yaitu filter tidak berfungsi seratus persen dan hanya memblokir gambar yang berbau seks, sedangkan gambar kekerasan dan teks tidak disaring. Selain itu, anak-anak dapat dengan mudah menonaktifkan filter. Namun, bagi yang ingin mengaktifkan SafeSearch untuk menghindari gambar-gambar seks dapat melakukannya pada “Advanced Images Search”. Ada beberapa alternatif yang dapat Anda pilih:

o Tanpa filter (no filtering): SafeSearch dinonaktifkan, berarti semua gambar dapat di-tampilkan.

o Filter sedang/medium (use moderate filtering): Di sini hanya gambar yang paling tidak sopan yang disingkirkan. Ini adalah pilihan SafeSearch yang biasa. Penyaringan medium dipakai sepanjang Anda tidak memakai “preferences” lain.

o Menggunakan filter ketat (use strict filtering): SafeSearch-Filter berfungsi pada semua halaman, baik pada pencarian gambar maupun halaman biasa.

o Tips: Hasil dari SafeSearch tidak selalu dapat diandalkan dan dapat dengan mudah dinonaktifkan oleh anak-anak. Sebaiknya Anda memakai Webfilter seperti SurfControl, Safetkid, dan Internet Monitoring. Cara lain untuk nonaktifkan filter ialah dengan menambahkan “&safe==off” pada alamat URL hasil pencarian lalu memulai kembali pencarian.

o Hasil secara lebih rinci: Selain gambar itu sendiri, hasil pencarian gambar juga mempunyai informasi mengenai detail gambar tersebut. Anda akan melihat rincian tentang nama data, besarnya data, dan besarnya pixel gambar tersebut. Klik dua kali pada icon gambar maka link gambar tersebut akan terbuka. Dalam window yang terbagi menjadi 2, atas dan bawah, di bagian atas Anda melihat kembali gambar tersebut dalam bentuk mini dan di window bagian bawah adalah halaman yang memuat tersebut. Klik sekali pada tulisan “see full-size image” (browser Mozilla) maka akan terbuka window baru yang menampilkan gambar dengan ukuran aslinya.

Dengan klik kanan pada gambar tersebut, Anda dapat melakukan beberapa hal: menyimpan, mencetak, mengirimnya melalui e-mail, menjadikan gambar sebagai background, atau membuatnya sebagai gambar desktop. Sebagai contoh, untuk menyimpan gambar, Anda klik kanan pada gambar tersebut kemudian pilih “Save Image As….” (contoh dalam browser Mozilla).

Tips: Perlu diingat bahwa ada hak cipta gambar. Memang tidak akan ada tuntutan bagi penggunaan secara pribadi. Namun, bisa Anda memproses gambar untuk diterbitkan, Anda perlu meminta ijin dahulu kepada pemegang hak cipta gambar tersebut.

Cara efektif Tips pencarian

Cara efektif

Tips Pencarian

o Manfaatkan pengoreksi tulisan otomatis (spell checker). Google memiliki kemampuan untuk melakukan pengecekan terhadap kata-kata yang Anda tuliskan pada waktu pencarian. Jika Anda salah mengetikkan kata kunci (keyword), Google akan memberi saran dengan cara memberi koreksi penulisan. Berikut ini contohnya. Setelah Anda mengetik kata “Anna Kurnikova” dalam kotak isian, begitu Anda klik Search, akan muncul pertanyaan: “Did you mean: Anna Kournikova”. Jika Anda meng-klik kata yang sudah dikoreksi Google, akan muncul hasil temuan yang baru.

o Perhatikan stopwords. Kata-kata yang sering muncul dianggap sebagai stopwords, yang diabaikan oleh mesin pencari. Kata-kata itu berbeda-beda tergantung dari bahasanya. Untuk mengetahui stopwords dalam bahasa Inggris, Indonesia, dan bahasa lainnya, buka: www.ranks.nl/stopwords.

o Google juga menelusuri blog. Sumber informasi lain yang tidak dapat dianggap remeh adalah weblog atau disingkat blog. Dengan www.blogger.com, Anda dapat menemukan berbagai artikel dalam berbagai bahasa.

o Mencari website-website yang mirip. Jika Anda sudah mendapatkan web yang hampir sesuai dengan harapan, klik saja link “similar” pada daftar halaman hasil pencarian, maka Google akan membatasi pencarian hanya pada website yang isinya mirip dengan halaman sebelumnya.

o Daftar semua layanan. Google menyediakan banyak layanan Internet yang sebagian besarnya gratis karena dibiayai oleh iklan. Salah satu layanan utama adalah pencarian berbagai sumber data. Karena Google sangat inovatif, kemungkinan besar semua layanannya bisa berubah dengan cepat. Layanan-layanan terbaru adalah Google Labs (labs.google.com).

o Manfaatkan parameter dalam hasil temuan. Bila Anda hanya ingin memperoleh informasi aktual pada Google News atau Groups, yang baru satu atau dua bulan, Anda dapat memberitahukannya pada mesin pencari melalui parameter khusus. Caranya:

· Masukkan kata kunci dan klik “Search”.

· Pada halaman pertama dari hasil temuan, tempatkan kursor dalam kotak address.

· Pada akhir alamat URL pencarian tambahkan Parameter “&as_ qdr=m#” (tanpa tanda kutip dan spasi). Ganti tanda # dengan angka 1 sampai 12 (hitungan bulan).

· Klik pada “Go” pada browser. Google akan mencari lagi, tetapi hanya sampai beberapa waktu sebelumnya sepreti yang Anda inginkan. Alamat URL pencarian dapat Anda simpan sebagai Favorite (Bookmark) dan dapat Anda gunakan untuk riset di kemudian hari. Anda tinggal meng-klik kembali Link tersebut sehingga Anda tidak perlu lagi mengulangi pencarian.

o Menambah atau mengurangi hasil pencarian. Dengan mengutak-utik parameter di kotak address, Anda dapat memanipulasi hasil pencarian sehingga tidak perlu harus selalu memakai standar dalam “acuan (preferences)”. Misalnya, tambahkan parameter “&num=x” (tanpa tanda kutip) pada akhir alamat URL pencarian. Huruf x dapat Anda ganti dengan angka yang Anda inginkan. Jadi, dengan “&num=123”, berarti jumlah daftar temuan yang biasanya 10 kini menjadi 123 di setiap halaman. Untuk melakukannya, klik kembali “Go” pada browser agar pencarian dilakukan sekali lagi.

o Menetapkan batasan angka. Google juga dapat mencari dengan batasan angka. Misalnya, bila Anda mencari hard disk dengan kapasitas penyimpanan antara 60 sampai 120 GB, Anda ketik, “hard disk 60…120” (tanpa tanda kutip). Hasilnya, Anda akan menemukan daftar hard disk yang berkapasitas antara 60-120 GB.

o Membatasi hasil temuan pada jenis data tertentu. Parameter “&as_file-type=xxx” sangat menarik karena dapat menyaring jenis data yang ditemukan dengan “xxx”. Misalnya, “as_filetype=doc”, membatasi data hanya dalam format DOC.

Operator Pencarian istimewa

Finetuning: operator pencarian istimewa

Selain Advanced Search, Google juga memiliki sederetan operator pencarian. Cara ini ditujukan untuk pencarian profesional. Operator ini dapat di-input bersamaan dengan pengetikan kata kunci dan dapat pula dikombinasikan. Dengan operator pencarian, biasanya hasil pencarian akan lebih cepat berhasil daripada pencarian melalui Advanced Search karena beberapa cara pencarian tidak tersedia dalam Advanced Search. Setelah Anda mempelajari operator pencarian, Anda akan dapat mengandalkan operator ini karena dapat melakukan pencarian yang rumit.

Supaya Google mengenali operator, diperlukan sintaks khusus. Pada dasarnya, setiap perintah operator diikuti dengan tanda titik dua. Biasanya, formatnya seperti berikut ini:

Operator: atau

atau

Operator:

Sebaiknya, Anda menuliskan alamat URL dengan lengkap. Tanda protokol awal (http://) tidak selalu perlu. Beberapa operator tidak berfungsi jika ada spasi antara titik dua dengan kata kunci pertama. Namun, tidak menjadi masalah bagi beberapa operator lain. Sebaiknya, penggunaan operator dalam pencarian dilakukan secara berurutan karena satu perubahan dapat mengarah ke peringkat lain. Beberapa operator hanya dapat dipakai di negara tertentu seperti Amerika Serikat (AS). Contohnya, Anda dapat mencari nomor telepon seseorang di AS.

Menggunakan beberapa operator bersamaan

Pada dasarnya, Anda dapat mengombinasikan beberapa operator pencarian. Namun, memang ada operator lain yang sebaiknya difungsikan sendirian. Untuk operator lainnya dapat Anda kombinasikan. Operator di bawah ini sebaliknya difungsikan secara tersendiri. Hal ini dilakukan untuk menghindari hasil pencarian yang tidak relevan.

· Operator yang dimulai dengan “all”, yaitu allintitle:, allintext:, allinuri:, dan lain-lain.

· Permintaan pencarian khusus, seperti define:, site:, dan lain-lain.

· Pencarian website tertentu seperti: cache:, info:, link:, related:.

Dalam mengombinasikan operator, Anda harus berhati-hati. Aturan yang terpenting dalam kombinasi operator adalah:

· Jangan kombinasikan operator yang saling bertentangan.

· Jangan gunakan operator yang mengecualikan hasil tertentu. Misalnya, “Informasi wisata site:us site:id”. Operator tidak memberikan informasi wisata dari Amerika Serikat dan Indonesia. Apabila Anda menginginkan informasi wisata dari website kedua negara tersebut, tambahkan operator “OR” (Informasi wisata site:us OR site:id). Operator pencarian digunakan sekali dalam pencarian,dihubungkan dengan “OR” atau dikombinasikan dengan include:, filetype:, site:, dan group:.

· Batasi pencarian Anda dengan kombinasi beberapa operator. Contohnya, “intext:E-mail intitle:security –site:microsoft.com” untuk mencari kata “e-mail” dalam teks dan “security” dalam judul dokumen bersangkutan, tetapi website microsoft.com tidak dimasukkan dalam pencarian (dihilangkan).

Rabu, 07 Mei 2008

Hyperlink

Mencari Hyperlink

Hyperlink adalah sistem yang menghubungkan suatu website. Ini merupakan fungsi penting dalam web. Namun, hyperlink ini hanya berlaku satu arah. Artinya, Anda dapat mengikuti Hyperlink ke suatu website tetapi tak ada jaminan web tersebut memiliki link untuk kembali ke website Anda. Namun, ini bisa diatasi dengan tombol “Back” pada browser karena alamat yang sudah dikunjungi masih tersimpan.

Search engine Google dapat menelusuri seluruh jaringan, mengikuti setiap link, dan mencatat hubungan dengan website lain. Oleh karena itu, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk mencari website yang memiliki link tertentu. Mungkin Anda bertanya, “apanya yang menarik?” Fungsi ini sering digunakan oleh webmaster dan pemilik website yang ingin mengetahui siapa saja yang link ke halaman mereka. Link-link ini juga dapat menjadi petunjuk seberapa penting dan seberapa tinggi kualitas suatu website. Lihat saja berapa banyak website lain yang memiliki link halaman tersebut. Namun, banyaknya link bukan indikasi betapa hebatnya website tersebut. Sebaliknya, website yang mendapat sedikit tanggapan dalam bentuk link belum tentu tidak bermutu. Untuk mencari link ke suatu website, dalam Page-Spesifik Search, ketiklah alamat dalam “Links”, kemudian klik tombol “Search” untuk memulai pencarian.

Louis7zen

Name :
Web URL :
Message :